Cara Mengatasi Bisul Pada Kemaluan Wanita

Bisul di kemaluan wanita tentu membuatmu sulit untuk beraktivitas. Oleh karena itu, cari tahu cara mengatasi bisul di kemaluan di sini.

Cara Mengatasi Bisul Pada Kemaluan Wanita

Pada umumnya, bisul dapat ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna kemerahan, kemudian terisi nanah dan menimbulkan rasa nyeri. Bisul dapat disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut.

Benjolan atau bisul di vagina dapat berkembang tidak hanya pada bagian luar saja, daerah kemaluan hingga bibir dalam bisa menjadi tempat munculnya bisul.

Untuk beberapa kasus, bisul di kemaluan wanita masih dapat di atasi tanpa penanganan medis khusus.Berikut cara mengatasinya.

Hindari Memencet Bisul


Tidak hanya memperparah kondisi bisul, memencet bisul dapat menyebabkan penyebaran infeksi pada area vagina. Perlu diketahui jika bisul membutuhkan waktu dalam proses penyembuhan.

Apabila bisul tidak kunjung sembuh, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kompres Menggunakan Air Hangat


Mengompres dengan air hangat dapat menjadi salah satu metode untuk membantu melawan infeksi pada bisul. Kehangatan kompres dapat melancarkan sirkulasi darah di area tersebut.

Kamu bisa melakukan teknik berikut paling tidak 3 hingga 4 kali sampai bisul mereda.

Caranya, siapkan air hangat dan handuk bersih. Rendam handuk pada air hangat, dan peras sisa air. Letakkan handuk hangat pada area bisul dan diamkan selama kurang lebih 10 menit.

Hindari Penggunaan Pakaian Dalam yang Terlalu Ketat


Menggunakan pakaian dalam yang ketat dianggap dapat menjadi pemicu munculnya bisul di kemaluan wanita. Saat menjalani pengobatan, kamu dianjurkan untuk memakai pakaian yang longar dan tidak lembap.

Jaga Kebersihan Area Vagina


Menjaga area kewanitaan agar selalu bersih dianggap penting. Vagina yang basah dan lembap dapat memicu tumbuhnya bakteri dan mikroorganisme.

Membersihkan area kewanitaan wajib dilakukan setiap hari. Gunakan air hangat saat membasuh dan hindari penggunaan produk kewanitaan yang mengandung wewangian.

Selain itu, perhatikan pula ketika memilih pakaian dalam. Pilihlah bahan seperti katun yang mudah menyerap keringat, untuk menghindari terjadinya iritasi pada area vagina.

Rutin Mengganti Pembalut Saat Menstruasi


Saat menstruasi area kewanitaan cenderung menjadi lembap. Untuk itu, kamu disarankan mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali untuk mencegah timbulnya masalah pada vagina.

Kamu dapat menerapkan hal ini, terutama pada saat siklus awal terjadinya menstruasi.

Mengonsumsi Antibiotik


Pemberian antibiotik pada bisul di kemaluan, dapat dilakukan apabila terjadi infeksi lanjutan. Pastikan kamu selalu menghabiskan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah bisul kembali muncul.

Cara Mencegah Kembalinya Bisul di Kemudian Hari
Tak menutup kemungkinan bisul di kemaluan wanita dapat muncul kembali. Berikut hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegahnya :

Ganti Pisau Cukur Secara Berkala

Mencukur bulu kemaluan tidak ada salahnya. Namun, kamu perlu mengganti alat cukur paling tidak setiap sebulan sekali.

Menggunakan pisau cukur yang tumpul dapat meningkatkan risiko peradangan dan pertumbuhan rambut yang tidak sempurna.

Lakukan Eksfoliasi Pada Area Vagina

Efek mencukur bulu kemaluan dapat memicu permukaan vagina menjadi kasar. Tidak hanya itu, kemungkinan tumbuhnya rambut mengarah ke dalam kulit atau ingrown hair dapat terjadi.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan pengelupasan kulit mati pada area vagina setiap dua kali seminggu. Melakukan tahap eksfoliasi dapat melancarkan sirkulasi dan merangsang pertumbuhan rambut pada area kewanitaanmu.

Sebagian bisul dapat hilang dalam satu atau dua minggu. Namun, apabila bisul di kemaluan tidak kunjung sembuh, masih mungkin bisul merupakan gejala dari penyakit lain, ada baiknya kamu segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Rekomendasi untuk Anda