Menjaga Kesehatan Reproduksi agar Semakin Mesra

Kesehatan reproduksi sangat berpengaruh terdapat hubungan intimmu bersama pasangan. Sistem reproduksi yang sehat akan memastikan hubunganmu di ranjang tetap aman dan nyaman. Namun, menjaganya ternyata berkaitan dengan banyak aspek intimasi lain seperti psikologis dan faktor sosial.

Menjaga Kesehatan Reproduksi agar Semakin Mesra

Sebenarnya kesehatan ini memiliki arti yang luas dan bukan saja mencakup ketiadaan penyakit reproduksi. Kesehatan reproduksi merupakan keterkaitan antara sistem, proses, dan fungsi organ reproduksi yang berjalan dengan normal.

Mengapa Harus Menjaga Kesehatan Reproduksi?


Menjaga Kesehatan Reproduksi agar Semakin Mesra

Kamu tentu ingin mendapatkan kehidupan seksual yang memuaskan dan aman. Selain itu, kamu berharap dapat melakukan fungsi reproduksi dengan normal dan bebas menentukan pilihan dalam memperoleh kepuasan seksual.

Reproduksi yang sehat penting bagi semua orang, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Kegagalan dalam menjaga kesehatannya dapat menurunkan kepuasan seksual hingga menyebabkan kondisi tubuh tidak lagi prima.

Kondisi kesehatan reproduksi yang buruk sering dianggap berhubungan dengan penyakit, adanya kekerasan, proses eksploitasi, kehamilan tidak diinginkan, sampai angka kematian ibu.

Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan reproduksi melalui akses terhadap informasi yang akurat. Kamu dan pasangan juga akan memiliki hubungan yang sehat bila sistem reproduksi terjaga kesehatannya.

6 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi


Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi

Menjaga kesehatan reproduksi harus dimulai dari diri sendiri. Walaupun terdengar rumit dan sulit, langkah memiliki reproduksi yang sehat diawali dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Berikut langkah-langkah yang perlu kamu lakukan dalam menjaga sistem reproduksi tetap sehat:

1. Pahami mengenai Penyakit Menular Seksual


Kamu dan pasangan tentu masih aktif secara seksual. Kondisi aktif tersebut membuat sistem reproduksimu berisiko tinggi terserang beragam penyakit menular seksual. Penyakit ini bisa terjadi karena aktivitas hubungan vaginal, anal, atau oral.

Untuk mencegahnya terjadi, coba kenali berbagai penyakit menular seksual seperti infeksi HPV, HIV/AIDS, gonore, klamidia, hepatitis, dan penyakit lainnya. Pelajari pula cara pencegahan dari penyakit tersebut. Karena penyakit menular seksual akan berdampak pada kesehatan dan kesuburanmu.

Ketidaktahuan mengenai penyakit menular seksual akan menutup kemungkinan pencegahan atau penanganan sejak awal. Padahal kondisi ini akan sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan segera.

2. Berikan Perlindungan Khusus


Umumnya penggunaan pelindung seperti kondom cukup efektif sebagai bentuk pencegahan penyakit menular seksual. Disarankan untuk menggunakan kondom berbahan lateks atau poliuretan.

Cara pencegahan lainnya yaitu mendapatkan vaksin untuk beberapa penyakit menular seksual, seperti human papillomavirus (HPV), hepatitis B, dan hepatitis A. Sebaiknya pemberian vaksin dilakukan sebelum kamu memasuki fase aktif kehidupan seksual.

3. Gunakan Alat Kontrasepsi


Alat kontrasepsi sangat penting untuk dipertimbangkan bersama pasangan. Penggunaannya dapat menekan kehamilan yang tidak direncanakan sekaligus mengontrol jumlah kelahiran.

Kehamilan yang direncanakan akan meningkatan kemungkinan ibu, bayi, dan keluarga yang lebih sehat. Saat ini terdapat banyak pilihan alat kontrasepsi yang tersedia dan dapat diakses dengan mudah. Diskusikan juga dengan tenaga kesehatan dalam memilih alat kontrasepsi yang dirasa paling cocok.

4. Periksakan Kesehatan Reproduksi Secara Rutin


Memeriksakan kesehatan reproduksi merupakan poin wajib selanjutnya. Sama dengan aspek kesehatan lainnya, sistem dan fungsi reproduksi juga perlu diperiksakan ke dokter atau bidan secara rutin.

Pemeriksaan terhadap organ reproduksi wanita dan pria akan dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah. Sebaiknya, lakukan pula skrining penyakit tidak menular. Melalui skrining tersebut, penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal sehingga menurunkan risiko komplikasi yang berbahaya.

Bagi perempuan, direkomendasikan pula untuk melakukan pap smear. Pap smear adalah tes untuk mendeteksi perubahan sel serviks yang mungkin menjadi awal mula adanya kanker.

5. Jalani Hubungan yang Sehat


Kesehatan reproduksi mencakup pula kesehatan secara fisik, mental dan sosial. Maka, menjalin hubungan yang sehat secara emosional bersama pasangan sangat dianjurkan. Pastikan pasangan membuatmu merasa nyaman dan memperlakukanmu dengan baik.

Kamu dan pasangan harus saling menghargai dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana atas kebutuhan fisik ataupun mental. Bicarakan pula jika terdapat masalah saat berhubungan agar diperoleh jalan keluar terbaik.

Ingat juga ya! Kamu sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dengan lebih dari 1 pasangan.

6. Jaga Gaya Hidup Sehat


Untuk mendapatkan kepuasan dalam hubungan intim serta menjaga kesehatan sistem reproduksi secara umum, gaya hidup sehat tetap harus dijalani. Rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bernutrisi, istirahat yang cukup, menjaga berat badan, dan berpikiran positif akan memberi dampak besar.

Jauhkan dirimu dari rokok dan alkohol. Bila terdapat masalah kesehatan organ intim yang tidak kunjung selesai, tak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Kesehatan reproduksi mencakup berbagai aspek. Dan untuk menjaganya senantiasa dalam kondisi baik, kerjasama pasangan mungkin dibutuhkan. Sebab, kesehatan satu sama lain akan saling memengaruhi. Sistem reproduksi yang sehat memastikan hubungan bersama orang terkasih selalu mesra.

Apakah kamu sudah melakukan semua hal di atas? Jika belum, sebaiknya segera jadwalkan dalam agendamu!

Rekomendasi untuk Anda