May 1, 2018

Apakah Seks Oral Aman dari Penyakit Berbahaya?

Sebagai variasi dalam hubungan intim, banyak orang yang melibatkan seks oral untuk merangsang dan meningkatkan gairah pasangannya. Tapi, tahukah kamu? Ada bahaya seks oral yang mengintai di balik aktivitas ini.

Apakah Seks Oral Aman dari Penyakit Berbahaya

Semua aktivitas seksual yang berhubungan dengan stimulasi organ intim (genital) dengan melibatkan area mulut disebut sebagai seks secara oral. Mungkin banyak orang yang mengira bahwa jenis seks ini aman dan tanpa risiko. Namun anggapan ini tidaklah benar karena seks ini tetap bisa mengancam kesehatan bila tidak dilakukan secara tepat!

Seks Oral dan Penyakit Menular Seksual


Di samping seks melalui vagina maupun seks anal, aktivitas seks secara oral bisa turut menjadi sarana penyebaran penyakit menular seksual (PMS). Berikut ini adalah beberapa di antaranya yang perlu diwaspadai.

1. Sifilis


Sifilis mudah menular melalui seks dengan cara oral ketika sudah muncul gejala berupa luka-luka tanpa rasa sakit (chancre) pada bibir, mulut, tenggorokan, organ intim, dan anus penderita. Luka ini akan timbul ketika penderita memasuki tahap primer dan sekunder dari penyakit ini.

Selain chancre yang menjadi ciri khasnya, sifilis jarang menyebabkan gejala atau rasa sakit. Maka dari itu, seseorang kerap tidak menyadari bahwa drinya mengidap penyakit ini untuk waktu yang lama.

2. Human Papillomavirus (HPV)


Mayoritas HPV ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, sementara beberapa jenis lain berpotensi memicu kanker serviks dan kanker di area mulut.

Bila melakukan seks secara oral dengan penderita, virus ini bisa memasuki tubuhmu melalui mulut dan menyebabkan infeksi pada mulut dan tenggorokan (seperti munculnya kutil dalam mulut dan tenggorokan).

3. Gonore


Kencing nanah adalah sebutan lain dari penyakit ini. Gonore menyebar melalui jenis seks ini dengan 2 cara utama, yaitu :

  • Melakukan seks oral pada penis penderita.
  • Menerima seks oral pada penis dari penderita.

Selain cairan yang keluar dari vagina dan penis, penyakit ini bisa ditandai dengan sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri dan pembengkakan pada testis, serta rektum yang terasa sakit.

4. Herpes


Herpes simplex virus (HSV) bisa terdapat pada mulut maupun organ intim penderita. Oleh karena itu, penularannya dapat terjadi melalui aktivitas seks secara oral meski penderita tidak merasakan gejala apapun.

Penyakit ini termasuk tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang diberikan umumnya berfungsi untuk mengurangi serangan gejala yang muncul.

5. HIV


Penyakit yang menyerang sistem imun ini bisa tidak menyebabkan gejala untuk waktu yang sangat lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Sebagai akibatnya, penderita cenderung tidak sadar bahwa dirinya mengidap HIV.

Meski penyebaran HIV melalui seks jenis ini lebih jarang jika dibandingkan dengan seks melalui vagina atau anal, kemungkinan ini tetap ada.

Risiko penularan akan meningkat pada pemberi seks secara oral daripada orang yang menerimanya. Apalagi bila orang tersebut sedang mengalami luka terbuka dalam mulutnya (misalnya sariawan atau gusi berdarah).

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Melindungi Diri?


Akan lebih baik kamu lebih memperhatikan kebersihan sebelum ataupun setelah melakukan seks secara oral. Lantas, bagaimana caranya? Simak tipsnya di bawah ini:

1. Setialah pada Pasangan


Tidak berganti-ganti pasangan dan menjauhi seks bebas merupakan cara utama untuk melindungi diri dari penularan penyakit menular seksual, baik pada kegiatan seks melalui oral, vagina, maupun anal. Di samping menjaga diri sendiri, kamu pun akan ikut melindungi pasanganmu dari berbagai gangguan kesehatan.

2. Gunakan Kondom


Saat ini, banyak jenis kondom dengan bahan yang nyaman dan setipis mungkin, yang dijual bebas. Selain kondom pria, kondom khusus wanita juga bisa kamu manfaatkan untuk menjaga keamanan dalam melakukan seks secara oral.

Kamu bisa memilih jenis yang cocok untukmu dan pasangan agar terhindar dari reaksi alergi yang mungkin muncul.

3. Hindari Menyikat Gigi Sesaat Sebelum atau Sesudah Aktivitas Seks secara Oral


Jika kamu dan pasangan penyuka seks jenis ini, kalian sebaiknya tidak menyikat gigi atau menggunakan benang gigi (dental floss) sebelum dan sesudah melakukan jenis seks ini. Pasalnya, kedua aktivitas ini bisa saja membuat gusimu berdarah yang akan berujung pada meningkatnya risiko penularan penyakit.

4. Jangan Berhubungan Seks dengan Cara Oral Saat Haid


Melakukan seks secara oral saat pasanganmu sedang menstruasi tentu memiliki risiko tersendiri. Selain tidak higienis, kegiatan ini bisa meningkatkan risikomu terkena infeksi atau penyakit yang menyebar melalui darah. Kemungkinan ini akan makin meningkat jika kamu juga mengalami luka, sariawan, atau peradangan di dalam atau sekitar area mulut.

Sejatinya, seks oral merupakan salah satu sarana pemuas kebutuhan seksual dengan risiko kehamilan yang rendah. Hanya saja, bila jenis aktivitas intim ini dilakukan dengan banyak pasangan dan tanpa perlindungan, risiko penularan berbagai penyakit berbahaya dapat meningkat.

Terapkanlah praktik seks yang sehat dan setia pada pasangan agar kamu terhindar dari kemungkinan penularan ini. Memantau kesehatanmu juga penting. Bila merasakan adanya gejala yang janggal, konsultasikanlah ke dokter agar diagnosis dan pengobatan bisa kamu jalani.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon