Apakah Baik Berbuka Puasa dengan Makanan Cepat Saji?

Mudah dan mengenyangkan, makanan cepat saji atau fast food seringkali menjadi pilihan menu untuk berbuka puasa. Namun konsumsilah dengan bijak karena makanan tersebut ternyata dapat memicu beragam penyakit berbahaya.

Apakah Baik Berbuka Puasa dengan Makanan Cepat Saji

Meski bisa memanjakan lidah, mengonsumsi fast food bukanlah pilihan yang tepat. Pasalnya, berbagai gangguan kesehatan mulai dari kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, hingga penyakit jantung, erat kaitannya dengan makanan jenis ini.

Ini Alasan Mengapa Makan Cepat Saji Tidak Disarankan Untuk Berbuka Puasa


Apakah Baik Berbuka Puasa dengan Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji merupakan makanan yang telah melalui berbagai proses pengolahan. Sebagai akibatnya, nutrisi dalam bahan-bahan pangan akan makin terkikis. Burger, piza, kentang goreng, dan sosis adalah segelintir contoh dari fast food yang sangat mudah kamu jumpai di banyak restoran.

Makanan satu ini memang digemari oleh hampir semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Masalahnya, fast food umumnya tinggi kalori, lemak trans dan jenuh, gula, namun rendah serat. Menurut sebagian pakar, hal inilah yang bisa memicu sikap makan yang berlebihan, khususnya pada remaja.

Agar kamu lebih waspada, simaklah deretan gangguan kesehatan yang dapat mengintaimu apabila mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan di bawah ini!

1. Gangguan Sistem Pencernaan


Tak sedikit orang yang memilih fast food sebagai menu buka puasa. Meski menggugah dan memuaskan selera, makanan olahan ini berpotensi menimbulkan risiko gangguan pencernaan maupun penyakit jantung dan pembuluh darah.

Ketika makanan ini masuk ke sistem pencernaan, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa. Proses ini akan membuat peningkatan pada kadar gula darah. Pankreas kemudian akan merespons lonjakan glukosa dengan melepaskan hormon insulin untuk mengendalikannya.

Pelepasan insulin tersebut berperan dalam menggiring glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh guna dijadikan energi dan menyimpan sisanya. Tetapi terlalu sering mengonsumsi fast food bisa memicu lonjakan insulin berulang kali.

Sebagai akibatnya, kinerja insulin yang normal akan terganggu. Kondisi ini bisa berujung pada terjadinya resistensi insulin, kenaikan berat badan, dan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

2. Gangguan Pernapasan


Ancaman fast food tidak hanya berhenti setelah kamu mengalami kenaikan berat badan atau obesitas. Memiliki bobot tubuh berlebih bisa pula meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Kamu menjadi mudah lelah dan sulit bernapas, bahkan ketika melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki atau naik tangga. Ini terjadi karena obesitas akan memberi tekanan berlebih pada jantung dan paru-paru.

Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi fast food lebih dari tiga kali dalam seminggu memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terkena penyakit asma. Mengerikan, bukan?

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung


Fast food umumnya memiliki lemak jenuh dan lemak trans yang tidak sedikit. Kedua kandungan ini termasuk salah satu pemicu meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Risiko stroke dan penyakit jantung pun ikut meningkat akibat kolesterol yang tinggi.

Tidak hanya itu, makanan olahan ini juga mengandung banyak sodium alias garam. Konsumsi sodium yang berlebihan akan mempertinggi risiko hipertensi. Oleh sebab itu, pertimbangkanlah lagi bila kamu ingin memilih makanan cepat saji sebagai menu buka puasamu.

4. Memicu Kerusakan Gigi


Menyantap fast food tentu menggiurkan ketika kamu lapar setelah puasa seharian Apalagi jenis makanan yang segar, seperti es krim dan minuman bersoda. Menikmati makanan ini boleh saja selama dalam batas wajar. Jika berlebihan, kesehatan gigimu bisa terancam.

Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat meningkatkan jumlah bakteri dalam mulutmu. Bakteri tersebut akan menghasilkan asam yang bisa memicu pengikisan enamel pada gigi, sehingga mengakibatkan gigi berlubang.

5. Memicu Timbulnya Jerawat


Kesehatan kulitmu juga turut membutuk jika kamu kerap melahap fast food. Makanan ini diduga berkaitan dengan tingkat keparahan jerawat karena kandungan karbohidratnya yang tinggi bisa memperburuk jerawat yang mendera kulitmu. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Cara Bijak dalam Menyantap Makanan Cepat Saji


Apakah Baik Berbuka Puasa dengan Makanan Cepat Saji

Berbuka puasa tanpa menyentuh fast food mungkin akan terasa sulit bagi sebagian orang. Bagimu yang menghadapi situasi seperti ini, coba lakukan trik berikut agar kamu lebih bijak dalam menyiasati jenis makanan ini.

Perhatikan Porsi Makanmu


Jika kamu ingin mengonsumsi fast food, coba perhatikan betul porsi makanmu. Mengetahui kandungan serta jumlah kalori pada makanan tersebut dapat membantu membatasi konsumsinya agar lebih sehat.

Pilihlah porsi makanan yang lebih kecil dibandingkan dengan porsi ekstra yang biasanya ditawarkan. Hal ini dapat mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuhmu.

Pilih Menu yang Lebih Sehat


Siapa bilang kamu tidak bisa memilih makanan cepat saji yang lebih sehat. Coba manfaatkan pilihan menu sehat yang ditawarkan di restoran.

Kamu bisa melengkapi sajian ayam goreng dengan memesan salad daripada kentang goreng. Kamu juga dapat menambahkan hidangan pencuci mulut yang sehat, seperti yoghurt.

Ganti Minumanmu


Meneguk segelas minuman bersoda memang nikmat saat berbuka puasa. Pasalnya, minuman ini mengandung sekitar 300 kalori dan sarat akan gula. Tinggalkanlah soda dan ganti dengan air mineral atau teh tanpa pemanis tambahan untuk menyeimbangi santapanmu.

Sekarang kamu sudah paham betapa berbahayanya buka puasa dengan makanan cepat saji, kan? Agar terhindar dari berbagai penyakit di atas, tidak ada salahnya bila kamu mengimbanginya dengan konsumsi sayur dan buah.

Kamu memang tidak dilarang sepenuhnya untuk mengonsumsi fast food, namun bijaklah dalam menyiasatinya. Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik untuk kesehatanmu!

Rekomendasi untuk Anda