Penyakit Menular Seksual yang Perlu Kamu Hindari

Penyakit menular seksual atau PMS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, dan jamur yang menyerbar melalui hubungan seks. Meski dapat dialami oleh pria dan wanita, penyakit ini lebih banyak menghinggapi wanita.

Penyakit Menular Seksual yang Perlu Kamu Hindari

Tidak hanya disebabkan oleh seks bebas, penyakit menular seksual bahkan tetap dapat dialami oleh mereka yang sudah menikah. Jika diderita oleh wanita hamil, penyakit ini ikut membahayakan kesehatan janin.

Itulah mengapa menghindari seks bebas dan memastikan kesehatan pasanganmu sebelum menikah merupakan hal yang penting. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit menular yang umumnya terjadi dan perlu kamu hindari.

1. Gonore


Penyakit menular seksual jenis ini tergolong menakutkan karena dapat muncul tanpa kamu sadari. Bahkan sebagian besar dari penderita tidak mengalami gejala apapun. Penting untuk mengetahui gejalanya agar tidak terlambat.

Gejala gonore yang muncul pada pria adalah keluar cairan berwarna kuning, hijau, atau putih dari ujung penis, nyeri pada bagian testis, dan timbulnya rasa terbakar atau sakit ketika buang air kecil.

Sedangkan pada wanita, gonore biasanya timbul dengan adanya perdarahan setelah atau saat berhubungan intim, rasa terbakar, atau sakit pada saat buang air kecil.

Selain itu, penderita wanita akan mengalami keputihan berwarna hijau atau kuning, serta sakit pada bagian perut bawah setelah atau saat berhubungan intim. Darah menstruasi dapat keluar lebih deras atau sangat banyak, serta muncul perdarahan di luar periode haid.

2. Klamidia


Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penularannya dapat terjadi melalui seks anal, seks oral, dan melalui kontak organ intim. Bahkan, ibu hamil dapat menularkan klamidia pada bayi dalam proses persalinan.

Adapun gejala yang muncul pada pria adalah adanya cairan yang keluar dari penis, testis bengkak dan sakit, rasa panas yang muncul saat buang air kecil, dan rasa gatal atau terbakar pada bagian pangkal penis. nyeri atau perdarahan pada bagian dubur juga bisa terjadi.

Pada wanita, gejala yang muncul dapat berupa sakit pada saat berhubungan intim, keputihan dengan bau busuk, dan rasa terbakar ketika buang air kecil.

Jika kondisi semakin memarah, kamu umumnya akan mengalami demam, nyeri saat berhubungan seks, mual, dan perut bagian bawah terasa sakit.

3. Kutil Kelamin


Kutil kelamin merupakan penyakit menular seksual yang paling umum terjadi dan disebabkan oleh virus HPV atau Human Pavillomavirus. Kehadirannya ditandai oleh adanya kutil di sekitar alat kelamin seperti leher rahim, bibir vagina, kantung testis, penis, bagian dalam anus, dan paha atas.

Kamu bisa berisiko terinfeksi kutil ini jika berhubungan seks di usia muda, melakukan seks bebas dengan banyak pasangan, dan melakukan seks oral. Penyakit ini bahkan dapat ditularkan melalui sentuhan kulit.

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kutil kelamin. Antara lain, menggunakan laser, cryotherapy, obat oles, elektrokauter, atau operasi.

4. Herpes Genital


Herpes genital bisa ditandai dengan adanya lepuh yang cukup menyakitkan pada kulit. Rasa sakit terutama akan muncul pada saat buang air kecil. Gatal-gatal juga akan turut menyertai.

Berbeda dengan kulit kelamin, penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks yang menyebar melalui hubungan seks. Jika kamu terinfeksi herpes genital, gejala umumnya akan muncul beberapa hari setelah terjangkit virus tersebut.

Meski herpes genital tidak dapat diobati, gejalanya masih bisa dikontrol dengan obat antivirus. Obat ini akan membantumu untuk mempersingkat atau mencegah kambuhnya penyakit ini.

5. Trikomoniasis


Penyakir menular seksual ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri Trichomonas vaginalis. Wanita lebih sering mengalaminya dibandingkan dengan pria.

Di samping lebih sering buang air kecil dan rasa perih yang mengiringi proses buang air kecil, gejala trikomoniasis lain yang muncul pada wanita akan berbeda dengan pria.

Pada wanita, umumnya akan keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina. Cairan ini bisa berwarna putih susu, abu-abu, kuning, atau hijau, dengan tekstur berbusa.

Bercak darah atau perdarahan dari vagina dan perih saat berhubungan intim juga bisa muncul. Demikian pula dengan rasa gatal, sensasi terbakar, dan bengkak pada organ intim.

Sementara pada pria, gejala penyakit ini bisa berupa cairan yang keluar dari ujung saluran kemih. Rasa perih pun muncul setelah penderita mengalami ejakulasi.

Karena disebabkan oleh bakteri, pengobatan yang diberikan oleh dokter adalah antibiotik. Untuk membebaskan tubuh dari bakteri ini, konsumsi antibiotik harus dilakukan hingga tuntas sesuai anjuran dokter.

6. Sifilis


Penyebab sifilis adalah infeksi akibat bakteri. Di Indonesia, penyakit ini dikenal juga dengan istilah raja singa.

Sifilis pada tahap awal (primer) bisa ditandai dengan kemunculan luka pada sekitar genital atau mulut. Meski tidak terasa sakit, luka ini sangat menular dan biasanya akan hilang setelah 6 minggu.

Gejala primer sering tidak disadari sehingga kerap mengantar penderita menuju tahap sekunder. Ciri-ciri sifilis pada tahap ini adalah ruam merah, bercak-bercak putih di mulut, penebalan kulit yang mirip kutil, nyeri sendi, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, serta rambut rontok.

Sama seperti tahap primer, gejala sekunder bisa pula hilang dan mereda. Namun infeksi dapat menetap dalam tubuh penderita selama puluhan tahun. Inilah yang disebut tahap laten.

Bila terus dibiarkan tanpa penanganan, bakteri penyebabnya bisa menyebar hingga ke bagian tubuh lain dan menyebabkan beragam komplikasi. Dementia, gangguan penglihatan, serta masalah pada jantung merupakan beberapa komplikasi yang mungkin terjadi.

Penanganan sifilis yang utama adalah dengan antibiotik, yaitu penicillin. Dosis suntikan yang diberikan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan lama penderita mengidap penyakit ini.

7. HIV dan AIDS


Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) akan merusak sistem pertahanan tubuh pada tubuh penderitanya. Akibatnya, tubuh tidak bisa lagi melawan berbagai mikroorganisme yang menyebabkan penyakit.

Gejala HIV sangat beragam dan mirip dengan penyakit lain sehingga sulit untuk disadari. Beberapa gejalanya bisa meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, sariawan, hingga penurunan berat badan.

Sampai sekarang, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit mematikan ini. Oleh sebab itu, mencegahnya adalah jalan terbaik untuk menjauhi penyakit ini.

8. HPV


Human papilloma virus atau HPV dapat menyebabkan berbagai penyakit. Di samping kutil kelamin, HPV bisa juga memicu kanker serviks, kanker vulva, kanker penis, hingga kanker mulut.

Penyakit menular seksual ini tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, kamu bisa mencegahnya dengan menjalani vaksinasi HPV.

9. Chancroid


Bakteri Haemophilus ducreyi adalah penyebab dari chancroid. Penyakit ini ditandai dengan munculnya luka terbuka yang menyakitkan pada organ intim, termasuk penis, skrotum, bibir vagina, anus, maupun paha.

Cairan atau darah yang muncul dari luka tersebut akan menjadi sarana penularan bakteri melalui hubungan seksual dengan penderita.

Antibiotik untuk membunuh bakteri merupakan cara utama untuk mengatasi penyakit kelamin ini. Bila muncul bisul besar pada nodus limfatik, penderita kemungkinan membutuhkan operasi untuk mengeluarkan nanah dari bisul tersebut.

10. Kutu Kelamin


Sesuai namanya, kutu ini hidup dan berkembang biak pada rambut-rambut kemaluan. Di samping kontak seksual, kutu ini bisa menular melalui barang-barang pribadi penderita, misalnya, melalui seprai atau selimut.

Gatal-gatal yang makin parah pada malam hari adalah gejala utama yang akan dirasakan oleh penderita. Kulit yang digaruk bisa saja mengalami luka atau infeksi.

Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan obat berupa krim. Agar tidak kembali terjangkit, penderita juga perlu membersihkan rumahnya secara saksama.

Melakukan hubungan seksual mungkin merupakan hal yang menggairahkan bagimu. Tapi ingatlah, bahwa berhubungan intim dan berganti-ganti pasangan hanya akan membawa penyakit.

Rekomendasi untuk Anda