May 4, 2018

Tips Menghadapi Malam Pertama Belah Durian

Malam pertama adalah saat yang dinanti-nantikan oleh pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Penantian ini sering kali dianggap sebagai sesuatu yang akan berjalan lancar secara alami, tanpa masalah. Namun nyatanya, ada berbagai faktor yang bisa menjadikan momen ini justru terasa canggung bagi kedua mempelai.

Tips Menghadapi Malam Pertama Belah Durian

Meski begitu, fenomena semacam ini dinilai wajar, apalagi jika keduanya belum memiliki pengalaman seksual. Hubungan seksual pertama kali bagi sebagian wanita bisa terasa menyakitkan, sebaliknya, pria belum bisa mengendalikan gairah seksualnya sehingga cenderung dilakukan secara terburu-buru dan akhirnya hanya memuaskan diri sendiri.

Yang Kamu Rasakan Menjelang Malam Pertama


Sewajarnya, seseorang bisa merasa gelisah ketika membayangkan malam pertama. Bentuk kegelisahan yang dialami bisa berbeda-beda, tergantung kepada kesiapan mental masing-masing. Namun, satu hal paling umum yang dikhawatirkan adalah kemampuan untuk memuaskan atau dipuaskan secara seksual oleh pasangan. Baik bagi wanita atau pria, ini mungkin menjadi pokok beban di dalam benak.

Isi hati seorang wanita bisa begitu kompleks hingga bisa saja berdampak kepada gairah seksualitasnya yang menjadi fluktuatif. Apa yang dia sedang rasakan atau bahkan perasaan di masa lalu pun bisa memengaruhi mood. Faktor postur tubuh dan berat badan yang sering kali naik-turun menjadi faktor lain yang sakral bagi perubahan gairah seksual seorang wanita.

Kekhawatiran pria bisa disama-artikan dalam hal ini, meski bentuknya berbeda. Pria diharapkan bisa menjadi sosok yang lebih menentukan di dalam berhubungan intim. Kendati demikian, tidak semua pria memiliki kepercayaan diri setinggi ini. Kenyataannya pada penampilan perdana seorang pria di atas ranjang, terdapat keraguan apakah dia sanggup memberikan kepuasan kepada pasangan karena dia mungkin merasa malu dengan ukuran penisnya yang dirasa di bawah standard kejantanan.

Sebuah penelitian mengenai kesehatan seksualitas menyatakan bahwa bentuk-bentuk kecemasan semacam ini menjadi bertentangan dengan tekanan gairah seksual di dalam diri sehingga berefek kepada adanya kontradiksi dalam menjalani keintiman. Dengan kata lain, ketika pikiran dilanda stres, maka tubuh tidak mampu menikmati hubungan seksual yang diharapkan.

Pasanganmu adalah Harta Terindah, Berikan Kasih Sayang Kepadanya


Rasa sayang kepada pasangan sewajarnya diwujudkan dengan suatu pernikahan. Perlakukanlah pasanganmu dengan lembut sebagaimana ketika kamu bercinta dengannya nanti. Ciptakanlah suasana yang tenang di dalam ruangan yang nyaman dengan sedikit mengurangi pencahayaan untuk menambah kesan romantis sehingga kalian bisa berbincang-bincang tanpa terganggu.

Saling bertukar pikiran adalah cara yang efektif dalam membuka hati pasangan. Beri tahu dia tentang kegundahan di dalam hati atau apa pun yang terasa membebani. Hibur dia dengan topik yang menyenangkan untuk mencairkan kekakuan. Jangan lupa, sampaikan juga kepadanya bahwa saat ini adalah momen yang telah dinanti-nantikan.

Agar perbincangan bisa berjalan lebih santai, menikmati segelas minuman yang menyegarkan ditemani alunan musik romantis juga menjadi hal mendetail yang tidak boleh terlupakan. Sebagian besar orang merasa bahwa alunan musik memberikan dorongan mood yang baik.

Belai rambutnya dengan lembut dan ucapkan kepadanya, “I love you.” Lanjutkan dengan memberinya ciuman yang hangat sambil memeluk tubuhnya erat.

Kreativitas dalam bermesraan bersama pasangan tidak perlu diberikan batasan. Jangan ragu untuk mengeksplorasi keinginanmu sendiri dan telusuri pula apa yang menjadi kesenangan pasangan. Tentu saja, tiap orang memiliki gaya dan kecenderungan masing-masing, tapi di sinilah momen yang tepat untuk mencari tahu. Tidak hanya oleh satu pihak, pasangan juga diharapkan untuk memberikan respons yang searah untuk saling melengkapi.

Jangan khawatir, meski malam pertama ini tetap tidak terangkum dengan sempurna, setidaknya kalian telah melewati satu tahap lagi dalam memahami sisi seksualitas masing-masing. Siapa yang menyangka pada 20-30 tahun dari sekarang, malam ini akan kembali terkenang sebagai masa terindah ketika kalian memulai keintiman bersama-sama.

Jadi intinya, kalian berdua perlu menyadari bahwa berhubungan seksual perlu dinikmati secara berkelanjutan, selangkah demi selangkah. Kesempurnaan tidak bisa begitu saja diperoleh dari satu kali malam pertama. Dengan kata lain, kalian akan membutuhkan malam-malam berikutnya untuk mencapai sesuatu yang didambakan. Jangan bosan untuk senantiasa menjalin kenyamanan dan kedekatan dengan pasangan. Abaikan kecemasan mengenai hal-hal kecil yang kurang penting, seperti berat badan, bentuk tubuh, atau ukuran kejantanan.

Seiring dengan hati kalian makin terbuka untuk menerima satu sama lain apa adanya, maka dari situlah keharmonisan kehidupan seksual bisa mulai diraih. Semoga tips menghadapi malam pertama ini bermanfaat, ya!

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon