Cinta Generasi Zaman Now

Semakin ke sini orang-orang semakin individualis. Semuanya merasa bisa hidup sendiri, semuanya ingin kebebasan. Tak terkecuali soal cinta, hubungan yang melibatkan 2 orang (atau lebih) yang dulu harus disertai dengan komitmen dan serentetan syarat lainnya, kini justru dituntut untuk tidak neko-neko. Tak ada salah satu yang boleh menuntut, terlalu mengatur atau terlalu bergantung.

Cinta Generasi Zaman Now

Jika dulu laki-laki adalah pihak yang mengajukan permintaan dan perempuan memberikan penawaran, maka sekarang tidak lagi. Perempuan dan laki-laki sama. Laki-laki tak lagi harus jadi pihak yang bertanggung jawab secara finansial pada perempuan karena sekarang sudah banyak perempuan yang mandiri. Artinya tidak ada lagi ketergantungan perempuan pada laki-laki. Yang harus memulai duluan juga tak harus laki-laki, perempuan pun boleh. Wacana kesetaraan turut berpengaruh besar pada cara laki-laki dan perempuan menjalin hubungan sekarang.

Mungkin kurang lebih begitu prinsip generasi sekarang. Si perempuan tak mau dihalang-halangi kariernya hanya demi menjaga hubungan. Si laki-laki juga enggan memberi komitmen karena membuatnya merasa terpenjara. Komitmen membuat seseorang jadi memiliki hak cemburu dan cemburu bisa merenggut kebebasan. Cinta jaman sekarang dipandang harus bisa saling membebaskan, tak ada yang terbebani.

Meski pemikiran generasi sekarang makin individualis tak semuanya memiliki pandangan hidup yang sama. Kebebasan yang diinginkan pun berbeda. Persinggungan cara pandang pasti masih ditemukan dalam tiap hubungan yang pada akhirnya dirasa merenggut kebebasan. Itulah alasan kenapa ujung-ujungnya jika kita benar-benar menginginkan kebebasan murni maka kita harus rela sendirian alias menjomblo

Hampir tak mungkin kebebasanmu tidak menyinggung kebebasan orang lain. Jika cinta yang kamu inginkan adalah cinta yang memberi kebebasan sesuai dengan pola pikir zaman sekarang, mungkin kamu harus rela hidup sendirian. Menurutmu bagaimana?

Rekomendasi untuk Anda