September 28, 2018

Tulang Rawan dan Tulang Keras

Tulang disebut juga sebagai alat gerak pasif, karena hanya dapat bergerak jika digerakkan oleh otot. Walaupun demikian, tulang tetap berperan penting dalam sistem gerak tubuh manusia, karena gerak tidak akan terjadi tanpa adanya tulang.

Tulang Rawan dan Tulang Keras

Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya, tulang digolongkan menjadi dua jenis, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

Tulang Rawan (kartilago)


Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang berbentuk bulat. Tulang rawan mempunyai zat antara (matriks) yang mengandung serabut tipis dan elastis. Matriks tulang rawan merupakan campuran antara protein dan karbohidrat yang disebut kondrin. Selain itu, banyak mengandung zat perekat (kolagen) serta mengandung sedikit kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Oleh karena itu, tulang rawan bersifat ulet, lentur, dan kokoh.

Pada saat berbentuk embrio, rangka manusia tersusun atas tulang rawan semua. Pada saat dewasa, tulang rawan hanya terdapat di beberapa tempat, seperti pada daun telinga, cuping hidung, epiglotis, permukaan persendian dan antarruas tulang iga dan tulang dada. Tulang rawan pada anak-anak banyak mengandung sel-sel tulang, sedangkan pada orang dewasa lebih banyak matriksnya. Perhatikan perbedaan tulang rawan anak-anak dengan orang dewasa pada gambar dibawah.

Tulang Rawan dan Tulang Keras

Tulang Keras (Osteon)


Tulang keras terdiri atas sel-sel tulang keras (sejati) yang disebut osteosit. Matriksnya bersifat keras karena banyak mengandung kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Jika matriks tersebut padat dan rapat, membentuk tulang kompak atau tulang keras, misalnya pada tulang pipa. Jika matriksnya berongga, akan membentuk tulang spons, misalnya pada tulang pipih dan tulang pendek.

Tulang Rawan dan Tulang Keras

Tulang keras berasal dari tulang rawan. Setelah tulang rawan terbentuk pada akhir bulan kedua saat perkembangan embrio, di dalamnya terdapat rongga yang mengandung osteoblas atau sel sel pembentuk tulang. Tulang terbentuk berturut-turut dari dalam ke luar.

Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga. Pada bagian ujung tulang pipa mengalami perluasan yang berfungsi untuk persambungan dengan tulang lain. Di bagian dalam tulang pipa terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan zat lemak. Tulang pipa umumnya terdapat pada tulang anggota gerak, seperti tulang lengan atas, tulang hasta, dan tulang jari. Tulang pipa yang terbesar dan terpanjang pada tubuh manusia adalah tulang paha.

Tulang pipih mempunyai bentuk pipih dan lebar, di dalamnya berongga dan berisi sumsum merah sebagai tempat pembentuk sel darah merah. Kebanyakan tulang pipih adalah sebagai penyusun rongga, sehingga tulang pipih sering berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkokoh. Contoh tulang pipih, antara lain tulang tengkorak, tulang belikat, tulang rusuk, dan tulang dada.

Tulang pendek berbentuk bulat pendek (silinder kecil) dan di bagian dalamnya berisi sumsum merah. Sebagian besar dari jaringan penyusun tulang ini bersifat ringan dan kuat. Contoh tulang pendek adalah tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki, dan ruas-ruas tulang belakang.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon