October 4, 2018

Lebih Mengenal Tentang Kanker Anus

Marcia Cross, bintang serial televisi Desperate Housewives, mengungkapkan bahwa kini dirinya telah sehat dan bahagia setelah berjuang dengan kanker anus yang dialaminya.

Lebih Mengenal Tentang Kanker Anus

Marcia menceritakan bahwa ia juga mengalami kerontokan rambut akibat kanker.

Kanker anus (anal cancer) yang dialami Marcia termasuk kondisi yang jarang terjadi. Menurut American Cancer Society, kanker anus memang jenis kanker yang tidak umum.

Tanda dan gejala dari kanker anus adalah perdarahan rektal (berhubungan dengan rektum, bagian akhir dari usus besar, sebelum anus).

Saat seseorang mengalami kanker anus, akan terjadi pendarahan kecil yang sering disangka wasir, ada benjolan pada pembukaan anus, nyeri anus, keluar cairan dari anus, ada lendir keluar dari anus, anus berdarah, serta perubahan buang air besar, termasuk diare dan konstipasi.

Kanker anus terkait erat dengan infeksi menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV).

Bukti HPV terdeteksi pada sebagian besar kanker anus. HPV dianggap sebagai penyebab paling umum dari kanker anus.

Orang yang berisiko terkena kanker anus antara lain positif HIV, aktivitas seks anal, seks berganti-ganti pasangan, riwayat kanker leher rahim, vulva atau vagina, serta usia di atas 50 tahun.

Orang yang memakai obat untuk menekan sistem kekebalan, termasuk orang-orang yang telah menerima transplantasi organ, mungkin memiliki peningkatan risiko kanker anus.

Ada berbagai bentuk kanker anus, yaitu tumor jinak, kondisi pra-kanker yang mengacu pada tumor jinak yang dapat menjadi ganas dari waktu ke waktu, lalu ada kanker sel skuamosa, dan adenokarsinoma, bentuk kanker langka yang muncul dari kelenjar di sekitar anus.

Perawatan dan pencegahan


Ada perawatan yang bisa dilakukan untuk penderita kanker anus, tetapi tergantung pada stadium kanker dan kesehatan secara keseluruhan.

Kemoterapi dan radiasi diterapkan untuk mengobati kanker anus. Jika digabungkan, kedua perawatan ini saling meningkatkan peluang penyembuhan.

Pada saat kemoterapi, dokter akan menyuntikkan obat ke pembuluh darah. Bahan kimia tersebut kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh dan membunuh sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel kanker.

Di sisi lain, kemoterapi juga merusak sel-sel sehat yang tumbuh dengan cepat, termasuk yang ada di saluran cerna dan di folikel rambut. Oleh karena itulah efek sampingnya seperti mual, muntah dan rambut rontok.

Radiasi merupakan perawatan yang menggunakan sinar bertenaga tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel-sel kanker.

Selama terapi radiasi, Anda diposisikan di atas meja dan mesin besar bergerak di sekitar Anda, mengarahkan sinar radiasi ke area tertentu dari tubuh Anda untuk menargetkan kanker.

Efek samping radiasi mungkin termasuk kulit kemerahan dan luka di sekitar anus, serta mengeras dan menyusutnya lubang anus Anda.

Perlu diskusi dengan dokter sebelum melakukan terapi tersebut untuk melihat kemungkinan yang terjadi.

Selain radiasi dan kemoterapi, perawatan lain yang mungkin dilakukan adalah reseksi. Dokter bedah akan mengangkat tumor kecil dan beberapa jaringan di sekitarnya.

Alternatif lain adalah reseksi abdominoperineal, untuk mengangkat anus, rektum, dan bagian usus dengan operasi dan kolostomi (pembedahan untuk membuat lubang pada usus besar melalui dinding tubuh untuk mengeluarkan kotoran karena adanya kelainan pada dubur dan sebagainya).

Usai kolostomi dilakukan, pasien tetap dapat menjalani kehidupan normal, berolahraga, dan aktif secara seksual.

Sementara untuk pencegahan, sebenarnya tidak ada cara pasti. Namun, ada yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, yaitu melakukan seks yang aman agar membantu mencegah HPV dan HIV. Anda juga bisa mendapatkan vaksinasi Gardasil dan Cervarix untuk melindungi terhadap infeksi HPV.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon