November 1, 2018

Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Perilaku berhubungan seksual sembari menyakiti pasangannya atau bahkan menyakiti diri sendiri adalah sebuah kelainan. Kelainan seksual ini disebut dengan masokis. Apa itu masokis?.

Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Apa itu masokis?


Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Masokis atau masokisme adalah kondisi di mana seseorang merasa terangsang, bahkan sampai orgasme, ketika mereka dipukuli, dicaci-maki, diikat, dibuat sakit secara fisik saat sedang berhubungan seksual.

Kondisi masokis ini termasuk dalam kategori parafilia alias kelainan seksual. Seseorang yang didiagnosis masokisme biasanya akan mengalami gejala lain. Gejala tersebut di antaranya berupa rasa cemas berlebih, mengalami rasa malu tanpa sebab, dan pikirannya obsesif dengan ide masokis secara terus-menerus.

Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Namun seseorang yang punya kecenderungan melakukan masokisme bisa saja tidak dikatakan sebagai masokis apabila mereka mampu mengendalikan masokisnya. Seseorang juga tidak disebut masokis apabila memiliki gejala lain seperti yang dijelaskan di atas, dan mampu memenuhi kepuasan seksnya tanpa melakukan masokisme.

Masokisme sebetulnya punya jenis spesifik lain, namanya asphyxiophilia. Ini adalah kondisi di mana seseorang menerima kepuasan seksual dengan cara menahan napas dirinya sendiri yang dibantu dilakukan oleh pasangannya. Bisa dilakukan dengan cara dicekik, menutup wajah dengan bantal, atau hal lain yang membuat mereka menahan napas. Tak jarang, banyak penderita masokisme jenis ini yang berujung kematian karena kehabisan napas.

Apa penyebab seseorang mengalami kondisi ini?


Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Sampai saat ini penyebab kelainan seksual masokisme belum diketahui. Namun, Psychology Today mengatakan bahwa ada beberapa teori yang menduga kelainan seksual ini terjadi ketika fantasi seseorang tidak dapat ia tahan. Ada juga teori lain yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah cara melarikan diri dari kenyataan. Misalnya seseorang merasa lebih gagah saat melakukan masokis di ranjang. Namun di balik itu, ia sebenarnya merupakan orang yang pemalu, pendiam bahkan takut kepada lawan jenis.

Dengan berperan sesuai dengan fantasinya, orang-orang ini merasa menjadi pribadi baru yang berbeda. Selain itu, beberapa teori psikoanalitik menduga bahwa perilaku masokis ini disebabkan oleh trauma masa kecil (misalnya pelecehan seksual) atau pengalaman masa kecil yang berhubungan dengan kasus parafilia lainnya.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?


Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Biasanya, dokter mendiagnosis kasus masokis ini apabila seseorang tersebut telah mengalami rangsangan seksual berulang yang intens. Namun, rangsangan seksual yang diterima juga disertai dengan aktivitas kekerasan lainnya, seperti dipukuli, dihina, diikat, atau mengalami beberapa bentuk penderitaan lainnya.

Seseorang dikatakan memiliki masokis apabila jenis dorongan fantasi tersebut atau perilaku tersebut telah ia rasakan setidaknya selama enam bulan. Hal ini juga dibarengi dengan aspek kehidupan lain yang terganggu, seperti pekerjaan dan sosial. Perilaku seksual masokisme ini biasanya sudah bisa terlihat dan terdiagnosis sejak usia dewasa awal dan kadang-kadang bahkan dimulai dari usia anak-anak.

Apa kelainan seksual ini bisa diobati?


Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Bisa, namun tidak mudah. Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengatasi kelainan seksual masokisme.

Metode psikoterapi

Psikoterapi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi penyebab pelaku masokisme melakukan hal menyimpang. Terapis nantinya akan membantu pelaku mengubah pola pikir saat berhubungan seks dan berupaya memunculkan empati di dalam diri pelaku masokis.

Berhubungan Seksual dengan Cara Masokisme

Pola pikir yang diubah ini bertujuan untuk mengubah keyakinan pelaku, bahwa perilaku seks yang ia lakukan selama ini salah, berbahaya, dan tidak boleh dilakukan. Sementara itu, upaya memunculkan empati dilakukan dengan tujuan membantu pelaku memahami sisi korban yang menderita akibat perilaku masokis. Pemahaman bahwa perilaku itu berakibat fatal, baik dari sisi korban maupun pelaku akan ditanamkan dalam diri pelaku.

Terapi kognitif

Kelainan seksual ini juga bisa dibantu dengan terapi kognitif. Terapi ini membantu pasien untuk mengelola hasrat seksual mereka dengan cara yang lebih sehat. Salah satu strategi psikoterapi ini adalah dengan cara membuat pelaku terlibat masokisme, menjadi korban, dan kemudian mengalami peristiwa negatif untuk mengurangi keinginannya melakukan kekerasan saat berhubungan seksual.

Terapi psikodinamik

Terapi ini mengaitkan adanya kenangan dan konflik (mungkin dari masa lalu) yang mungkin tidak Anda sadari namun turut memengaruhi perilaku menyimpang seksual Anda. Terapi psikodinamik akan membantu mengungkap pengaruh masa awal anak-anak mengenai kebiasaan pelaku masokis saat ini. Metode ini juga membantu menggali faktor saat ini yang turut memicu munculnya kecanduan perilaku seks pada masa sekarang.

Minum obat antidepresan

Obat antidepresan sering diresepkan sebagai obat untuk mengurangi dorongan seks seseorang. Selain itu, para penderita masokis juga mungkin diberi obat yang berguna untuk menurunkan kadar testosteron agar mengurangi intesitas ereksi yang mereka alami.

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon